Indonesia,! BBM Naik!!!
May 25th, 2008 by kupikirTepat detik pertama pada tanggal 24 Mei 2008 kmaren harga BBM naik
dengan besar kenaikan rata rata ±28%. Pada saat keputusan itu dibacakan saya
belum mengetahuinya. Baru setelah melihat ada demo dijalan ketika pulang dari kantor,
baru saya tau kalo harga BBM akan naik keesokan harinya. Isu harga BBM akan
dinaikan sebenarnya sudah terdengar dari awal pemerintahan SBY-JK. Dulu
dikatakan harga BBM akan dinaikan secara berkala dan disesuaikan dengan daya
beli masyarakat. Namun maksud dari kata berkala itu tidak jelas kekerapannya
dan batas waktunya. Sehingga rakyat hanya bisa menanti resah dan tak pasti.
Kenaikan BBM ini salah satunya merupakan akibat dari harga minyak dunia yang
terus melonjak sehingga pemerintah merasa perlu untuk mengurangi subsidi BBM
dan menaikan harga BBM nasional. Bila harus memperbesar subsidi BBM pemerintah
takut subsidi tersebut tidak tepat sasaran. Alih-alih rakyat miskin yang
menggunakannya, subsidi hanya akan banyak dipakai oleh masyarakat yang sudah
mapan. Yaitu rakyat yang mempunyai mobil pribadi lebih dari satu, atau para
pemilik perindustrian yang menggunakan BBM murah untuk biaya produksi, dan yang
lain yg menggunakan BBM dengan harga murah dibandingkan harga minyak dunia.
Tapi kalo dipikir kembali, bukankah Indonesia sebenarnya merupakan
negara penghasil minyak yang cukup besar lalu kenapa rakyatnya harus bayar
mahal untuk mendapatkan minyak, sungguh aneh tapi nyata. Kalau mengingat
kembali, dulu saya pernah berkunjung ke salah satu rig pengeboran minyak lepas
pantai di Kalimantan, dan salah satu pimpinannya pernah bercerita “Jikalau
seluruh hasil minyak di Indonesia
dalam satu hari dikumpulkan, maka hasil penjualannya dapat membayar seluruh
hutang negara ini. Tapi sayangnya, minyak nya bukan punya kita lagi.” Pada saat
itu saya belum terlalu mengerti, karena dulu itu saya masih nonton koran dan
baca tivi. (Sekarang pun masih begitu hahahahaa…) Mengingat penuturan itu agak
nya cukup menjawab pertanyaan tadi, sungguh ironis, apa mau di kata…
(Pak
presiden, nasionalisasi saja semua perusahaan minyak yang ada di indonesia
ini… cuek ajaa, ga usah dengerin komentar negara lain itu)
Belum lagi para menteri negara membacakan keputusan itu,
rakyat Indonesia sudah menjerit kocar-kacir kian kemari. Kenaikan BBM ini diwarnai dengan aksi
Demo para Mahasiswa sebagai bentuk penolakan mereka atas keputusan itu, mereka
prihatin dengan naiknya harga BBM di Indonesia. Bagaimana tidak, kenaikan harga BBM tentu akan
memberikan efek berantai. Tarif transportasi tentu akan naik, karena
transportasi membutuhkan BBM. Begitu juga tarif listrik, dan semua yang
menggunakan minyak sebagai bahan bakarnya (seperti alat bajak sawah yang merah
di foto saya itu..).
Lalu kalau transportasi dan listrik naik, maka biaya produksi
pun akan naik. Lalu akan merambat ke kenaikan harga bahan pokok rakyat di Indonesia.
Semoga disusul pula dengan kenaikan pendapatan masyarakatnya, sehingga para
pekerja masih dapat menyesuaikan dengan kenaikan tersebut. Lalu untuk warga
yang kurang mampu pemerintah membuat kebijakan untuk memberikan Bantuan
Langsung Tunai (BLT) yang akan diberikan selama beberapa bulan kedepan. Namun
apakah ini akan memberikan solusi yang terbaik? Karena ditakutkan akan membuat
masyarakatnya terbiasa dengan santunan dari pemerintah. Dan lagi kemungkinan
penyaluran dana BLT tersebut yang terkesan lambat. Ditambah dengan kebiasaan
birokrasi ”pangkas” di sana-sini, sehingga besarnya bantuan di lapangan pun sudah
berkurang.
Mahasiswa boleh saja berdemo sebagai aksi penolakan dan
keprihatinan, mereka membakar ban untuk menyebarkan CO2 dan merusak ozon (loh?
Apa ini?ga nyambung..) mereka berorasi, meneriakan penolakannya, gelar spanduk,
mogok makan, nyanyi-nyanyi, jogat-joget, tapi apa hasilnya? dari dulu mereka berdemo
ketika BBM naik, tapi tetap saja naik dan tidak pernah turun lagi (semoga suatu
saat nanti akan turun… Amiien). Alangkah baiknya bila mahasiswa membantu
masyarakat sekitarnya untuk menghadapi kenaikan BBM ini. Memberdayakan
masyarakat agar tidak terlalu bergantung dengan BLT dari pemerintah. Atau memberi informasi kepada masyarakat
tentang kenaikan BBM ini sehingga mereka bisa berdiri sendiri.
Pemerintah pun munkin
sudah berusaha sekuat tenaga untuk mengurangi lonjakan kenaikan harga BBM. Dan
semoga sudah memikirkan jalan keluar yg akan menguntungkan rakyatnya. Tetapi
sayangnya belum tercerminkan dari perilaku para pejabatnya. Banyak yang tetangkap
ketika berkegiatan yang seharusnya tidak dilakukan oleh para wakil rakyat. Ada
yang tertangkap karena menjadi bintang video asusila bersama wanita lain. Ada
pula mereka yang tertangkap melakukan korupsi karena masih ingin menumpuk
kekayaannya, mereka mengumpulkan modal untuk masa depannya jika nanti tidak
lagi menjabat sebagai pejabat negara. Dan masih banyak perilaku lain yang
bertolak belakang dengan harapan rakyatnya. Pemimpin seharusnya mencerminkan
keadaan rakyatnya, bukannya tinggal di menara gading. Sekarang rakyat lagi
susah, maka seharusnya pemimpin dapat merasakan apa yang dirasakan oleh
rakyatnya.
Lain lagi para elit
politik, banyak yang menggunakan momen kenaikan harga BBM ini sebagai
kesempatan untuk menyerang lawan politik nya, sehingga mereka dapat menjatuhkan
lawan politiknya itu. Sebagai orang-orang yang mampu dan berpendidikan tinggi
seharusnya mereka lebih mengerti dengan keadaan sekarang ini dan lebih mementingkan
kepentingan bersama, kepentingan rakyat Indonesia daripada kepentingan
golongannya sendiri.
Tapi kenaikan harga BBM
sudah tidak dapat ditarik kembali, kita semua harus menghadapinya bersama
dengan lapang dada dan menyiasati nya dengan akal sehat. Semua lini harus
bergerak bersama dan satu tujuan, karena bangsa bukanlah permainan individu.